Sejarah

BalairungKlass (B-Klass) resmi dibentuk pada tahun 1995. Ketua pertama BKlass adalah Bp Haryanta yang berasal dari Fakultas Psikologi dan kini beliau menjabat sebagai dosen di Fakultas Psikologi UGM. Pencetus ide dibentuknya BKlass yaitu Bp Haryanta bersama belasan teman-temanya yang berasal dari Klaten. Saat itu, beliau sering berkumpul bersama teman-teman sedaerahnya di Balairung (Gedung Rektorat UGM). Oleh karena itu, beliau berupaya menyatukan teman-temannya menjadi satu dalam suatu organisasi hingga akhirnya terbentuklah kata Balairung Klaten Association yang sekarang ini sering kita sebut dengan BKlass. BKlass sendiri awalnya hanya beranggotakan mahasiswa yang mayoritas merupakan alumni SMA N 1 Klaten. Seiring waktu, keanggotaan semakin luas dan berkembang dengan masuknya puluhan anggota yang berasal dari SMA N 2 Klaten, SMA N 3 Klaten dan sekarang melebarkan sayapnya sampai seluruh SMA/K di Kab. Klaten.

BalairungKlass merupakan singkatan dari Balairung Klaten Association. Sesuai dengan namanya, Balairung Klass merupakan keluarga mahasiswa UGM yang berdomisili di Klaten, bersekolah di Klaten, ataupun memiliki keterikatan dengan Klaten. Anggota aktif dari BalairungKlass adalah mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua.

Tujuan dari didirikannya BalairungKlass adalah untuk berkontribusi nyata bagi kampung halamannya sendiri, yaitu Klaten. Kontribusi tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan positif, seperti sosialisasi tentang UGM dan Try Out SBMPTN 2016 untuk siswa-siswi SMA di Klaten, bakti sosial tahunan untuk panti asuhan di Klaten, serta lomba untuk pelajar Klaten.

Adapun kegiatan internal BalairungKlass seperti malam keakraban diadakan tiap tahun dengan tujuan untuk mengakrabkan serta mengkompakkan anggota BalairungKlass. Beda dengan kelompok mahasiswa kebanyakan, kami sama sekali tidak mengenal senioritas maupun perpeloncoan. Bagi kami, BalairungKlass adalah satu, tidak dibeda-bedakan antaranggotanya. Yang muda menaati yang tua, yang tua mengayomi yang muda. Selain itu, BalairungKlass juga bertujuan sebagai sarana melatih para aktivisnya tentang soft skill, seperti tanggung jawab, kedisiplinan, komunikasi, manajemen waktu, problem solving, dan lain sebagainya. Sehingga dampak positif dari BalairungKlass juga akan dirasakan oleh anggotanya.

Setiap Kamis pukul 19.00, kami selalu mengadakan rapat mingguan. Di sana, kami membahas kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan, mulai dari membahas persiapan hingga evaluasi kegiatan. Setiap kami mengadakan rapat, kami sangat mengedepankan budaya tepat waktu serta menghargai orang lain yang sedang menyampaikan pendapat. Hal itu menjadi salah satu kekuatan kami dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan. Selain itu, kami sering mengadakan tukar pikiran (sharing). Siapapun yang ada di BalairungKlass berhak untuk melakukan sharing. Bahasan sharing sangat luas, mulai dari permasalahan tentang kuliah, organisasi, kehidupan, bahkan hingga urusan asmara. Hal itulah yang membuat kami semakin akrab pun semakin luas pandangannya.

Harapan dari BalairungKlass terhadap anggotanya adalah, setelah masa bakti di BalairungKlass habis, mereka dapat memiliki kemampuan soft skill yang lebih dari mahasiswa lainnya serta lebih mencintai kampung halamannya, Klaten. Hingga akhirnya, BalairungKlass dapat menghasilkan insan-insan yang hebat dan dapat diandalkan.