Pagelaran Budaya UGM

Universitas Gadjah Mada, universitas tercinta ini terkenal dengan prestasinya yang luar biasa di bidang akademik. Eits! Hanya bidang akademik? Tentu saja tidak. Mahasiswa di UGM berasal dari sebagian besar daerah yang tersebar di Nusantara. Mereka tidak datang ke Kota Pelajar ini dengan tangan kosong. Kebudayaan yang unik dari berbagai daerah ditambah dengan bakat – bakat di bidang kesenian, mereka persembahkan di Pagelaran Budaya Universitas Gadjah Mada 2016. Event ini menjadi daya tarik tersendiri bagi civitas UGM karena banyak menampilkan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari makanan daerah hingga kesenian – keseniannya.

Kegiatan Pagelaran Budaya ini bekerjasama dengan organisasi – organisasi mahasiswa daerah di UGM. Ada sekitar 24 organisasi mahasiswa daerah UGM yang terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 25 – 26 November 2016 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri dalam rangka memperingati Dies Natalis UGM ke-67 yang berada dibawah Seksi Seni dan Budaya Dies Natalis UGM ke-67.

Balairung Klass nggak ketinggalan untuk terlibat lho. Ada saudara kita, Aldino Fahreza yang berpartisipas di Pagelaran Budaya. Aldino ditunjuk sebagai penanggung jawab Balairung Klass dalam kegiatan ini. Apa aja ya yang ditampilkan oleh BKlass?

Di hari pertama Pagelaran Budaya, hari Jumat, stand Balairung Klass menampilkan makanan daerah khas Klaten. Ada kepel dari Pedan, gethuk dari Ceper, kripik ceker ayam khas Klaten, dan apem dari Jatinom. Yummm…. Cukup banyak pengunjung yang antusias berkunjung di stand ini untuk mencoba makanan khas Klaten dan mengenal budayanya.

Di hari kedua, hari Sabtu, stand BKlass masih ditampilkan makanan tetapi dari daerah yang berbeda nih. Ada srabi dari Klaten, kripik ceker ayam khas Klaten, juga ada dawet dari Bayat.

Selain itu ada juga penampilan Tari Wiraestri yang dibawakan dengan anggun oleh kakak kita, Nareswari dan Monica Mega. Keyeeen pokoknya.

Pagelaran Budaya UGM

Leave a Reply